PENTINGKAN DIRIMU
Dalam bulan suci Ramadan ada dua hal yang sangat penting dan perlu
di ingat oleh umat muslim. Dua hal itu yakni keampunan dan rahmat yang
terbuka lebar. Karena keampunan yang terbuka lebar tersebutlah kita
sebagai umat muslim di anjurkan untuk meminta ampunan kepada Allah SWT
dengan se ikhlas-ikksanya. Dan dengan rahmat yang terbuka lebar tersebut
juga mari kita tingkatkan amal ibadah kita pada bulan suci Ramadan ini.
Amal ibadah itu dapat berupa amal ibadah individual dan amal ibadah
sosial.
Dibulan yang suci ini jangan sampai kita kotori dengan
perbuatan dan tradis i-tradisi yang merusak nilai agama. Karena
belakangan dirasakan banyak tradisi yang sudah melekat di masyarak Riau
dan Pekanbaru pada khususnya yang sudah melenceng dari ajaran Agama
Islam. Seperti pasangan muda- mudi yang berdua-duaan pada subuh hari
padahal mereka bukan muhrimnya. Kegiatan iitu biasanya dikenal oleh
masyarakat di Pekanbaru dengan sebutan Asmara Subuh (Asbuh).
Selain
itu tradisi yang belakangan disalah artikan oleh masyarakat Riau adalah
mandi balimau. Padahal jika di lihat dari sejarahnya mandi balimau
merupakan simbol kebersihan. Dimana limau merupakan suatu simbol yang
dapat mebersihkan kotoran seperti daki dan karat.
Tapi belakangan
Simbol dan tradisi itu sudah di salah artikan. Ini terlihat dengan
banykanya masyarakat Riau yang mandi di sungai dengan bercampur aduk
bahkan ada yang sambil pacaran . Ini jelas sangat memalukan. Kita malu
sama umat non muslim yang melihat umat muslim yang katanya menjalankan
ibadah tapi di barengi dengan berbagai kegiatan yang menjurus kepada
kemaksiatan. Selain itu air disungai yang di gunakan untuk mandi balimau
itu juga tidak menjamin kebersihannya.
Sebetulnya ada dua bulan
yang sangat penting menjelang masuknya bulan suci Ramadan. Dua bulan itu
adalah Bulan Rajab dan Bulan Sa'ban. Dimana pada bulan Rajab merupakan
bulan pensucian jasad atau jasmani sedangkan bulan Sa'ban merupakan
bulan pensucian hati atau rohani. Dengan adanya tradisi dan kebiasaan
yang sudah disalah artikan tersebut maka jelas dua bulan tersebut sudah
dikotori oleh umat muslim itu sendiri. Kotor jasmani karena kebersihan
airnya dan kotor hatinya karena perbuatanya.
Selain hal diatas,
pada Ramadan 1434 H tahun 2013 ini kita umat muslim di Provinsi Riau
juga dibarengi dengan adanya pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dan
pemilihan Gubenur Riau. Ini menjadi perhatian semua pihak untuk saling
menjaga kesucian bulan Ramadan. Karena kita tidak ingin bulan suci
Ramadan di jadikan sebagai ajang untuk berkampaye. Kita tidak ingin
Ramadan kali ini ada dimasuki oleh nuansa politik. Kepada semua pihak
kiranya dapat sama-sama menjaga kesucian Ramadan ini. Jangan jadikan
ramadan sebagai ajang untuk kepentingan bagi para calon untuk
berkampanye.
Kepada masyarakat dan pengurus masjid serta lembaga
dakwah kiranya dapat lebih hati-hati lagi terhadap selebaran, panduk
yang disebarkan dan dipasang di masjid dan mushalla dengan embel-embel
ucapan selamat Ramadhan namun juga disertai dengan foto para calon
kepala daerah dan Gubenur. Belakangan juga sudah dijumpai banyaknya
jadwal imsakiyah yang memampang foto para caleeg, dan cagub yaang
disebar ke masyarakat. Ini jga jangan sampai masuk kerumah ibadah dan
juga jangan sampai mengurangi nilai Ramadhan itu sendiri.
Terlepas
dari itu semua, kita sebagai masyarakat Riau harus bersyukur dan mari
kita maknai Ramadan yang bertepadan dengan pemilihan Gubernur Provinsi
Riau kali ini sebagai masa pemilihan pemimpin yang suci. Karena di saat
setelah jutaan masyarakat Riau melaksanakan puasa dengan bersih
mereka memilih seorang pemimipin yang tentunya harus bersih pula.
Akhirnya
jadikan Ramadan tahun ini sebagai bulan pembersih diri untuk
mendapatkan sa,faat dan ampunan dari Allah SWT. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar